Pengobatan sistemik
Obat-obatan yang meningkatkan sekresi air liur: Ini dapat digunakan jika terapi topikal tidak cukup untuk mengobati mulut kering. Contohnya termasuk pilocarpine (Salagen) dan cevimeline (Evoxac). Efek samping yang paling umum adalah peningkatan keringat (sebanyak 29%). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa interferon alfa mungkin merupakan terapi yang berguna di masa depan.
Obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID): Agen ini mengurangi peradangan dan nyeri ringan hingga sedang. Contohnya adalah ibuprofen (Advil), naproxen (Naprosyn), dan celecoxib (Celebrex). Agen-agen ini harus digunakan dengan hati-hati jika Anda memiliki sensitivitas aspirin atau penyakit ginjal. Jika Anda berusia lebih dari 65 tahun, pernah mengalami penyakit ulkus peptikum, gunakan steroid atau pengencer darah, merokok, atau minum alkohol, bicaralah dengan penyedia layanan kesehatan Anda tentang alternatif. Penggunaan jangka panjang dari obat-obat ini telah dikaitkan dengan peningkatan risiko untuk infark miokard.
Peradangan saluran udara atas (laring, trakea, dan bronkus) dapat diobati dengan agen pengencer lendir seperti guaifenesin.
Obat antirematik yang memodifikasi penyakit: Obat-obat ini mengobati rheumatoid arthritis dan kondisi rematik lainnya yang tidak membaik dengan NSAID. Contohnya termasuk hydroxychloroquine (Plaquenil), azathioprine (Imuran), dan methotrexate (Rheumatrex). Agen biologis baru sedang dipelajari untuk pengobatan sindrom Sjögren.
Obat imunosupresif: Agen ini mungkin cocok untuk orang dengan sindrom Sjögren yang mengembangkan manifestasi organ utama seperti penyakit paru interstisial. Contohnya termasuk prednisone (kortison), methotrexate, cyclophosphamide (Cytoxan), azathioprine (Imuran), dan mycophenolate mofetil (CellCept). Obat-obatan ini memiliki sejumlah efek samping yang berbeda yang harus didiskusikan dengan hati-hati dengan penyedia layanan kesehatan Anda. Jika Anda mengambil salah satu dari obat-obatan ini, Anda mungkin harus melakukan tes darah secara teratur untuk memantau Anda untuk kemungkinan efek samping.
Studi penelitian terbaru menunjukkan bahwa rituximab (Rituxan) mungkin bermanfaat dalam bentuk sindrom Sjögren tertentu. Rituximab bekerja dengan menurunkan jumlah sel B, yang merupakan sel darah putih khusus yang terlibat dalam patofisiologi sindrom Sjögren. Belimumab (Benlysta) juga menunjukkan janji dalam pengobatan sindrom Sjögren. Ini juga merupakan obat intravena yang digunakan dalam lupus eritematosus sistemik yang mempengaruhi aktivitas sel penengah imun yang terlalu aktif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar